Selasa, 12 Maret 2019

Masalah Kemiskinan dan Kesenjangan Pendapatan di Indonesia


Kemiskinan dan Kesenjangan Pendapatan di Indonesia

Sebagian besar negara sedang berkembang seperti Indonesia  dihadapkan kepada  masalah kemiskinan. Masalah kemiskinan muncul karena ada sekelompok masyarakat yang secara struktural tidak mempunyai peluang dan kemampuan yang memadai untuk mencapai tingkat kehidupan yang layak. Masalah kemiskinan ternyata bukanlah masalah sepele, kemiskinan merupakan masalah yang sangat kompleks serta pemecahannya tidaklah mudah. Dibutuhkan kesadaran upaya baik pemerintah maupun masyarakat itu sendiri. Dalam tahap selanjutanya kemiskinan akan memunculkan masalah baru ,yaitu kesenjangan distribusi pendapatan. Distribusi kesenjangan pendapatan merupkakan suatu kondisi di dalam masyrakat, dimana dalam masyarakat tsb terdapat masyarakat dengan penghasilan tinggi dan kelompok masyrakat dengan penghasilan rendah. Masyarakat yanga memiliki penghasilan tinggi mampu memenuhi  kebutuhan  hidupnya baik itu primer,sekunder maupun tersier.Sementara itu kelompok masyarakat yang memiliki penghasilan rendah tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya meskipun kebutuhan yang paling dasar.

Pengertian kemiskinan
Ada pendapat yang mengatakan bahwa kemiskinan terkait dengan sikap ,budaya ,hidup, dan lingkungan dalam suatu masyarakat. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa kemiskinan merupakan ketidakberdayaan sekelompok masyarakat  terhadap system yang di terapkan oleh suatu pemerintahsn sehingga mereka berada pada posisi yang sangat lemah dan tereksploitasi sehingga di sebut kemiskinan structural. Ada pendapat yang menyatakan seseorang termasuk dalam kategori miskin apaila tidak mampu memenuhi standar miimum kebutuhan pokok untuk dapat hidup secara layak.
Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (bappenas) definisi kemiskinan yaitu kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang,laki-laki dan perempuan, tidak mampu memnuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.Hak-hak dasar anatara lai , terpenuhinya kehidupan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan, sumber daya alam dan lingkunga hidup, rasa amandari perlakuan atau ancamantindak kekerasan dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan social-politik,baik bagiperempuan maupun laki-laki.
Pada dasarnya bentuk Kemiskinan dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
1.       Kemiskinan struktural
Yaitu kemiskinan yang dialami  oleh suatu golongan atau individu karena struktur social masyarakat tidak memungkinkan suatu golongan atau individu menggunakan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedia untuk mereka. Indikator untuk menentukan kemiskinan structural ini antara lain pendapatan perkapita, keadaan gizi, kecukupan pangan, dan perumahan.
2.       Kemiskinan absolut
Yaitu kemiskinan yang diukur denagn kebutuhan minimum dalam memenuhi hidup dan individu tersebut berada di bawah garis kemiskinan yang telah di tentukan.
3.       Kemiskinan relatif
Yaitu kemiskinan yang terkait dengan distribusi pendapatan . bila distribusi pendapatan semakin timpang, kemiskinan relatif ini akan semakin besar.


Perkembangan kemiskinan di Indonesia
Badan Pusat Statistik (BPS) sejak tahun 2003 melakukan survey social ekonomi nasional (susenas) setiap tahun, sehingga dapat diketahui jumlah penduduk miskin di Indonesia. Jumlah dan persentase penduduk miskin di Indonesia cenderung menurun selama periode 1998-2011. Pada tahun 1998, persentase  penduduk miskin tercatat  sebanyak 24,23 persen(49,5 juta orang). Tingginya angka kemiskinan tersebut disebabkan  krisis ekonomi di Indonesia pada pertengahan tahun 1997 yang berakibat pada melonjaknya harga-harga kebutuhan dan berdampak parah pada penduduk miskin. Sejalan dengan harga-harga kebutuhan yang kembali menurun , angka kemiskinan juga menurun. Selama periode 1999-2002, jumlah penduduk miskin menurun sebanyak 9,57 juta orang dari 47,97 juta orang (23,43persen dari total penduduk) menjadi 38,4 juta orang (18,2 persen dari total penduduk). Angka kemiskinan terus menurun dan mencapai 35,1 juta orang (15,97 persen dari total penduduk) pada tahun 2005. Sebagai akibat dari pemerintah menaikan harga minyak pada tahun2005 yang berdampak pada meningkatnya harga-harga kebutuhan dasar, kemiskinan tercatat meningkat menjadi 17,75 persen (39,3 juta orang) pada tahun 2006, atau meningkat sebanyak 4,2 juta orang di banding tahun 2005.
Meskipun demikian selama periode 2007-2018, angka kemiskinan kembali turun. Pada tahun 2007, penduduk miskin tercatat sebanyak 37,17 juta orang (16,58). Beberapa program pemerintah yang ditujukan bagi penduduk miskin dijalankan pemiritah sejak tahun 2005 berdampak positif bagi penurunan angka kemiskinan. Pada tahun 2011, persentase penduduk miskin tercatat menurun menjadi 12,49 persen (30,02 juta orang). Bahkan pada Maret 2018 kemarin BPS mencata Indoseia mengalami titik terendah dalam hal persentase kemiskinan sejak tahun 1999, yakni sebesar 9,82 perse( 25,95 juta orang).

Faktor penyebab kemiskinan di Indonesia
Pada umumnya di negara Indonesia kemiskinan terjadi di akibatkan oleh berbagai hal sebagai berikut :
a)       Laju pertumbuhan penduduk
Pesatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin terpuruk  dengan keadaan ekonomi yang belum mapan, Jumlah penduduk yang bekerja tidak sebandig degan jumlah beban ketergantungan. Penghasilan yang minim di tambah dengan banyaknya beban ketergantugan yang harus di tanggung membuat penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.
b)      Pengangguran dan lapangan pekerjaan
Tingkat pengangguran di negara sedang berkembang seperti Indonesia  pada umumya sangat tinggi. Tingginya tingkat pengangguran di sebabkan karena laju pertumbuhan angkatan kerja lebuh tinggi daripada laju pertumbuhan kesempatan kerja. Rendahnya pertumbuhan kesempatan kerja berhubungan erat dengan rendahnya tingkat penananman modal khususya di sektor industri dan jasa modern sehinggaa timbulah masalah kemiskinan.
c)       Tingkat pendidikan yang rendah
Rendahnya kualitas penduduk juga merupakan juga merupakan salah satu penyebab kemiskinan di Indonesia. Ini disebabakan Karena rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan tenaga kerja . untuk adanya perkembangan ekonomi terutama industri , jelas sekali di hutuhkan tenaga kerja yang mempunyai skill.
d)      Kurang sigapnya pemerintah
Pemerintah kurang peka dalam menghadapi angka kemiskinan. Pemerintah kurang berfokus pada  program pencegahan timbulnya angka kemiskinan Berbagai  program yang di laksanakan  berupaya untuk mengatasi kemiskian bukannya untuk mencegah terjadinya kemiskinan.

Dampak kemiskinan
a)       Pendidikan
Tingginya jumlah anak-anak yang  putus sekolah, hal tersebut di karenakan  mereka tidak mampu menjangkau biaya sekolah atau pendidikan. Mereka lebih memilih untuk pergu bekerja dalam upaya memenuhi kebutuhan dasarnya.
b)      Meningkatnya angka kriminalitas
Timbulnya berbagai tindakan seperti : perampokan, pencurian, begal,dsb. Hal tsb di lakukan dalam upaya memenuhi kebutuhananya.
c)       Bunuh diri
Banyak orang melakukan hal tersebuat karena merasa bahwa hidup yang mereka jalani tidak adil .
d)      Timbul perasaan minder (rendah diri)
Mereka yang berkehidupan miskin akan merasa minder untuk berteman dengan seseorang.
e)       Munculnya pengamen, pengemis, dan anak jalanan.


Mengatasi kemiskinan di Indonesia
Pemerintah selalu berusaha untuk mengurangi angka kemiskinan dengan cara melakukan program-program pengentasan kemiskinan. program yang dilaksanakan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan antara lain:
a)       BLT (bantuan tunai Langsung).
Upaya ini bertujuan memberikan keringanan bagi mayarakat miskin. Namun upaya ini harus lebih di koreksi dan di sempurnakan pelaksanaannya supaya tepat sasaran.
b)      BOS (Bantuan Operasional Sekolah).
Bantuan ini termasuk dalam upaya meningkatkan akses pelayanan dasar di bidang pendidikan. Pendidikan dapat meningkatkan derajat hidup seseorang. Pemberian bantuan keringanan biaya pendidikan dapat mengurangi tingginya angka kemiskinan.
c)       Subsidi beras untuk masyarakat miskin
Upaya bertujuan memberikan keringanan dalam memenuhi kebutuhan pokok.
d)      Program keluarga harapan (PKH) dsb.
e)       Jamkesmas ( Jaminan Kesehatan Masyarakat).
Dalam bidangkesehata upaya mengurangi angka kemiskinan yaitu dengan memerika keringaan biaya pengobatan masyarakat miskin.
f)       Memberikan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat.
Hal ini dapat mendorong masyarakat untuk menciptakan sebuah  lapangan perkerjaan, sehingga dapat memperluas lapangan perkejaan.
g)       Memperluas lapangan perkerjaan
Pemberian bantuan dari pemerintah pada pengusaha kecil sangat diperlukan  untuk mengembangkan usaha mereka. Program seperti umkm (Usaha Mikro Kecil Menengah)  dapat mempermudah para pengusaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan sehingga akan menyerap banyak tenaga kerja. Kemudian mengadakan kerja sama dengan  negara lain untuk menanamkan modal asing, memberi fasilitas kepada investor seperti: pengurangan pajak, kepastian hukum dan mempermudah izin usaha dsb, dapat ,memperluas lapangan pekerjaan .Hal itu tentu dapat mengurangi angka kemiskinan.

Pengertian kesenjangan penghasilan
Kesenjangan atau ketimpangan pendapatan adalah kondisi yanng distribusi pendapatan yang diterima masyarakat  tidak merata.

Permasalahan kesenjangan pendapatan di Indonesia
Di Indonesia, pada awal pemerintahan orde baru para pembat kebijakan dan perencana pembangunan ekonomi percaya bahwa  proses pembangunan ekonomi akan menghasilkan apa yang di maksud dengan trickle down effect. Di dasarkan pada pemikiran tsb, pada awal periode orde baru hingga akhir decade 1970-an strategi pembangunan ekonomi yang di anut oleh pemeribtahan soeharto lebih berfokus pada bagaimanan mencapai suatu laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam suatu periode yang singkat. Unruk mencapai tujua tersebut, pusat pembangunan ekonomi nasional di mulai dari pulau jawa,khususnya di jawa barat.dengan alasan bahwa semua fasilitas-fasilitas yang di butuhkan seperti: peabuhan, jalan raya , kereta api, telekomunikasi dan kompleks industri lebih tersedia. Pembangunan pada saat itu juga hanya terpusat di sector-sektor tertentu secara yang secara potensial memiliki kemampuan besar untuk menghasilkan niai tambah yang tinggi. Mereka percaya bahwa nantinya hasil pembangunan itu akan menetes ke sector sektir dan wilayah Indonesia lainnya.
Stelah 10 tahun berlalu sejak Pelita 1 yang di mulai pada tahun 1969, ternyata efek yang di maksud itu mungkin tidak tepat. Sebagai akibat dari strategi tersebut, pada decade 1980-an hingga pertengahan decade 1990-an, sebelum krisis ekonomi, Indonesia memang menikmati laju pertumbuhan ekonomi atau produk domestic bruto (PDB) yang relative tinggi, tetapi tingkat kesenjangan juga semakin besar dan jumlah orang miskin tetap banyak.
Menjelang tahun 1970-an sebernarnya pemerintah sudah mulai menyadari keadaan tersebut yang menunjukan buruknya kualitas pembangunan yang telah di lakukan. Oleh karena itu, sejak Pelita III strategi pembangunan mulai diubah. Sasaran utama pembangunan bukan lagi hanya pertumbuhan , tetapi juga kesejahteraan masyarakat. Di samping itu , konsentrasi pembangunan juga tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraanmasyarakat, misalnya dengan mengembangkanindustri-industri yang padat karya dan sektor pertanian. Hingga menjelang krisis nilai tukar rupiah pada pertengaha tahun 1997 lalu, sudah cukup banyak program-program yang di lakukan oleh pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi jumlah kemiskinan dan perbedaan pendapatan Antara kelompok miskin dan kelompok kaya  di Indonesia, seperti inpres desa tertinggal (IDT), pengembangan industry kecil dan rumah tangga, khususnya di daerah pedesaan, transmigrasi dsb. Sayangnya, krisi nilai tukar rupiah muncul dan berubah menjadi suatu krisis ekonomi yang paling kompleks yang pernah di alami Indonesia. Krisis ini yang akhirnya menciptakan suatu resesi ekonomi yang besar dengan sendirinya memperbesar tingkat kemiskinan dan gap dlam distribusi pendapatan di taah air, bahkan menjadi jauh lebih parah di bandingkan pada decade 1980-an.

Solusi kesenjangan penghasilan
Penurunan kesenjangan pendapatan menjadi keinginan pemerintah, karena ketimpangan pendapatan yang terlalu besar berpotensi memunculkan kecemburuan yang bisa mengarah pada konflik sosial. Ditilik dari sumbernya, ketimpangan pendapatan bisa berasal pada 3 hal yaitu:

1.       Kesenjangan antar individu
A.    Untuk mengurangi kesenjangan kemampuan individu, pemerintah memperbanyak pendidikan vokasi. Cara ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mereka mendapatkan keahlian. Melalui kemampuannya upah yang lebih baik akan didapat. Alhasil gap pendapatan diperkecil.
B.    Memperbesar alokasi anggaran untuk kesejahteraan kaum miskin dan mengurangi subsidi BBM, juga cara mengurangi kesenjangan. Melalui bantuan kesejahteraan ini masyarakat kurang mampu mendapatkan jaminan dasar pendidikan, kesehatan, dan pangan. Sehingga penghasilan yang mereka tidak dihabiskan untuk membiayai kebutuhan dasar dan sebaliknya dapat  dialokasikan untuk keperluan lain. Sementara melalui penghapusan subsidi BBM, pemerintah mengalihkan  uang tersebut untuk kesejahteraan rakyat miskin.
C.  Pemerintah juga membuka akses perbankan yang dikenal dengan financial inclusion untuk masyarakat yang selama ini tidak pernah bersentuhan dengan lembaga keuangan. Melalui cara ini, masyarakat bisa mendapatkan pinjaman dari bank untuk mengembangkan usahanya.
D.    Kredit Usaha Rakyat, juga ditawarkan dengan bunga hanya 9 persen per tahun. Dengan bunga rendah masyarakat diharapkan agar usaha mikro, khususnya bisa menjangkau akses kredit. Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program  dalam Kelompok Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Usaha Ekonomi Mikro dan Kecil (klaster 3).Klaster ini bertujuan untuk meningkatkan akses permodalan dan sumber daya lainnya bagi usaha mikro dan kecil.
.
2.       kesenjangan antar daerah
A.      Proyek-proyek infrastruktur yang tengah dilakukan pemerintah secara besar-besaran juga  bertujuan untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dampaknya adalah terjadi redistribusi pendapatan, termasuk pembangunan di daerah perbatasan, pinggiran, dan pulau-pulau terpencil. Melalui cara ini kesenjangan pendapatan antar daerah dan antar wilayah bisa diperkecil.
B.      Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menyalurkan Dana Desa kepada 312 daerah kabupaten/kota di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Daerah yang telah menerima penyaluran Dana Desa tahap I ini merupakan kabupaten/kota yang telah menyampaikan persyaratan penyaluran Dana Desa secara lengkap. Berdasarkan publikasi yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) pada Kamis (12/5), total dana yang telah disalurkan mencapai Rp20,29 triliun, atau sekitar 71,98 persen dari total alokasi Dana Desa tahap I. Dana desa yang disalurkan langsung untuk memperbaiki fasilitas dasar di desa akan membuat kegiatan pembangunan yang memanfaatkan tenaga lokal berjalan. Ini tentu akan meningkatkan pendapatan warga desa, yang pada gilirannya akan memperkecil kesenjangan pendapatan kaya-miskin.
3.       Kesenjangan antar sektor
Tak kalah pentingnya adalah mengurangi ketimpangan antar sektor, dimana pemerintah fokus pada sektor pertanian, perumahan, kesehatan, dan usaha kecil. Sektor-sektor ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. Dengan demikian makin banyak orang memperoleh pendapatan,  sehingga ketimpangan pendapatan berkurang lantaran pembangunan tidak terpaku pada satu sektor saja



Daftar pusaka



Senin, 04 Maret 2019

Resume: Chapter 5 Infrastruktur TI dan Perkembangan Teknologi



RESUME CHAPTER 5 : INFRASTRUKTUR TI DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

Mata Kuliah  :  Sistem Informasi Manajmenen
Dosen             :   Dr. Yanuar Restianto, SE, M.Acc, AK
Mahasiswa     :  Tri Subagyo ( C1C017092 )
Topik              :   Infrastruktur TI dan Pengembangan Teknologi

5.1 Infrastruktur TI
 Infrasturktur TI (Teknologi Informasi) suatu perusahaan menyediakan fondasi untuk melayani pelanggan, bekerja dengan para pemasok, dan mengelola proses bisnis internal perusahaan. Suatu infrasturktur TI terdiri atas serangkaian perangkat fisik dan aplikasi perangkat lunak yang diperlukan untuk mengoperasikan perusahaan. Namun, infrastuktur TI juga merupakan rangkaian dari layanan keseluruhan perusahaan yang dianggarkan oleh manajemen serta terdiri atas kapabilitas manusia dan teknis.
Evolusi infrastruktur TI
Ada lima tahap dalam evolusi TI, masing-masing mewakili konfigurasi yang berbeda dari daya komputasi dan elemen infrastruktur yaitu.
·         Era Mainframe/komputer mini (1959 - hingga sekarang)
·         Era Personal Computer (1981 - sekarang)
·         Era Klien/server (1983 - sekarang)
·         Era server pusat perusahaan (1992 - sekarang)
·         Era Cloud Computing (2000 - sekarang)
Pendorong perubahan infrastruktur TI yaitu.
·    Hukum moore yang mengubah ukuran transistor dan komponen lain menjadi ukuran yang berkali kali lebih kecil karena biaya yang dikeluarkan perusahaan terus meningkat.
·       Hukum media penyimpanan digital berkapasitas besar
·    Hukum metclife dan ekonomi jaringan, Robert Metcalf-penemu tekonologi Ethernet local area network mengklaim sejak tahun 1970 nilai dan kemampuan jaringan telah bertumbuh dengan pesat seiring bertambahnya jumlah pengguna jaringan tersebut. 
·     Penurunan Biaya Komunikasi dan Internet, Akibat semakin menurunnya biaya komunikasi yang hampir mendekati nilai 0 (gratis), penggunaan fasilitas komunikasi dan komputasi ikut membludak. Hal ini harus di iringi dengan perluasan dan peningkatan kemampuan jaringan internet dan  jaringan klien/server, PC klien, serta perangkat ponsel.
·   Pengaruh Standar dan Jaringan, Standar teknologi merupakan pesifikasi yang digunakan untuk membangun kompatibilitas sebuah produk dan kemampuan komunikasi suatu jaringan. Infrastruktur dan jaringan intetnet untuk kegiatan komputasi tidak akan dapat dioperasikan tanpa persetujuan antara pihak perusahaan dengan pelanggan yang tersebar luas dalam hal standar tekonologi.
Beberapa Standar Penting Dalam Komputasi
·      American Standard Code for Information Interchange (ASCII) (1958)
·      Common Business Oriented Language (COBOL) (1959)
·      Unix (1969 - 1975)
·      Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) (1974)
·      Ethernet (1973)
·      PC buatan IBM/Microsoft/Intel (1981)
·      World Wide Web (1989 - 1993)

5.2  KOMPONEN INFRASTRUKTUR
Pada saat ini infrastruktur TI terdiri atas 7 komponen utama. Komponen-komponen tersebut mewakili investasi yang dilakukan perusahaan yang harus dikoordinasikan satu sama lain untuk menciptakan infrastruktur yang saling menunjang bagi perusahaan tersebut.

1.      Platform Perangkat Keras Komputer
Pasar perangkat keras komputer menjadi semakin terkonsentrasi pada perusahaan-perusahaan papan atas seperti IBM, HP, Dell, dan Sun Microsystems, serta 3 produsen chip terkemuka Intel, AMD, dan IBM. Kalangan industry secara bersama-sama menyepakati Intel sebagai prosesor standar untuk kegiatan komputasi bisnis, dengan pengecualian utama di pasar server yang dipegang oleh Unix dan Linux. Mainframe belum menghilang. Mainframe terus digunakan untuk menangani dan mengamankan volume transaksi berskala besar, untuk menganalisis data berkapasitas besar, serta menangani beban kerja yang besar di perusahaan pusat cloud computing.

2.      Platform Sistem Operasi
Microsoft Windows server meliputi 35 persen pasar sistem operasi pada server, 65 persen sisanya menggunakan sistem operasi Unix ataupun Linux. Microsoft windows server mampu menyediakan sistem operasi dan layanan jaringan bagi seluruh perusahaan serta mendukung perusahaan dalam mencari infrasruktur TI berbasis windows. Unix dan Linux dapat diukur sklalanya, andal dan jauh lebih murah ketimbang sistem operasi mainframe.
Ditingkat klien, 90 persen PC menggunakan sistem opersi Microsoft Windows untuk mengelola berbagai sumberbdan aktivitas pada komputer. Chrome OS menyediakan sistem operasi yang ringkas dengan penggunaan program melalui internet dan diakses melalui browser Google Chrome tidak disimpat dalam PC. Android adalah sistem yang dikembangkan oleh android dan dibeli oleh Google yang merupakan platform perangkat seluler yang dapat diupgrade.

3.      Aplikasi Perangkat Lunak Perusahaan
Penyedia perangkat lunak aplikasi perusahaaan terbesar adalah SAP dan Oracle, juga ada perangkat lunak middleware yang dipasok oleh vendor BEA untuk mencapai integrasi perusahaan dengan menghubungkan sistem aplikasi perusahaan yang ada. Microsoft berusaha bergerak dalam pasar ini yang berfokus padausaha kecil dan menengah yang belum memiliki aplikasi perusahaan.

4.      Pengelolaan dan Penyimpanan Data
Perangkat lunak manajemen basis data perusahaan bertanggungjawab untuk mengatur dan mengelola data perusahaan sehongga dapat diakses dan digunakan secara efisien. Penyedia perangkat lunak basis data terkemuka adalah IBM DB2, Oracle, SQL Server, Sybase, MySQL, EMC, Apache, dan Hadoop.

5.        Jaringan atau Telekomunikasi
Perusahaan menghabiskan $100 miliar setahun untuk jaringan dan perangkat keras telekomunikasi dan $700 miliar untuk layanan jaringan. penyedia perangkat keras jarinagan antara lain Windows Server, Linux, Unix, Novell, Cisco, Alcatel-Lucent, Nortel, dan AT&T,Verizon.

6.      Platform Internet
Revolusi Internet menciptakan ledakan yang benar di komputer server, dengan banyak perusahaan mengumpulkan ribuan server kecil untuk menjalankan operasi internet mereka. Sejak itu ada dorongan kuat menuju konsolidsi server, mengurangi jumlah komputer serverdengan meningkatkan ukuran dan kekuatan masing-masing. Pasar server perangkat keras internet semakin terkonsentrasi di tangan IBM, Dell, dan HP/Compaq, karena harga telah turun secara dramatis.

7.         Layanan Integrasi Konsultasi dan Sistem
Menerapkan infrastruktur baru memerlukan perubahan signifikan dalam proses dan prosedur bisnis, pelatihan dan pendidikan, dan integrase perangkat lunak. Integrasi perangkat lunak berarti memastikan infrastruktur baru bekerja dengan sistem lama perusahaan dan memastikan elemen-elemen baru dari infrastruktur tersebut bekerja satu sama lain. Dalam hal ini terkadang perusahaan tidak memilii staf yang diperlukan untuk memelihara infrastruktur ini, maka diperlukan konsultan dalam pemeliharaan ini.

5.3   TREN PLATFORM PERANGKAT KERAS TERKINI
     Melonjaknya kemampuan perangkat keras komputer dan teknologi jaringan, telah mengubah secara dramatis bagaimana organisasi bisnis mengatur kemampuan komputasi, serta pengalokasiannya pada jaringan dan perangkat telepon genggam. Perhatikan 8 tren perngkat keras:

1.      Platform Digital Mobile
Platform komputasi digital mobile yang baru telah berkembang menjadi alternative bagi penggunaan PC dan komputer lainnya yang berukuran lebih besar. Sudah banyak smartphone seperti iphone dan android telah mengadopsi banyak fungsi yang sebelumnya hanya terdapat pada PC. Smartphone dan komputer tablet menjadi begitu penting dalam mengakses internet. Perangkat-perangkat tersebut semakin banyak digunakan untuk tujuan komputasi organisasi bisnis seperti aplikasi pelanggan
.
2.      Konsumerisasi dari  IT dan Byod
Kemudahan dalam penggunaan serta rangkaian aplikasi yang kaya manfaat yang dimiliki smartphone dan komputer tablet telah menciptakan ketertarikan yang mendasar untuk mengizinkan karyawan menggunakan perangkat ponsel mereka di tempat kerja, sebuah fenomena yang disebut “ bring your own device” BYOD. BYOD adalah salah satu aspek dari konsumerisasi TI, dimana teknologi informasi baru yang pertama kali berkembang di pasar konsumen mulai menyebar memasuki organisasi bisnis. Konsumerisasi TI tidak hanya termasuk perangkat mobile probadi, namun juga layanan perangkat lunakyang digunakan organisasi bisnis seperti, mesin pencarian Google dan Yahoo, Gmail, Google Apps, Dropbox.

3.      Komputasi Jaringan
Komputasi jaringan melibatkan pengkoneksian berbagai komputer yang berada pada lokasi geografis yang berjauhan ke dalam jaringan tunggaluntuk menciptakan superkomputer virtual dengan mengkombinasikan seluruh daya komputasi komputer-komputer tersebut pada sebuah jaringan. komputasi jaringan memerlukan program perangkat lunak dan koneksi internet berkecepatan tinggi untuk mengatur dan mengalokasikan sumberdaya pada jaringan.

4.      Virtualisasi
Virtualisasi adalah proses penyajian serangkaian sumberdaya komputasi sehingga mereka dapat diakses tanpa terbatas oleh fisik dan geografis. Virtualisasi memampukan sumber daya tunggal untuk ditampilkan kepada pengguna seolah-olah menjadi berjumlah tertentu. Virtualisasi membantu organisasi dalam memaksimalkan penggunaan peralatan, menghemat ruang penyimpanan pada pusat data dan penggunaan energi.

5.      Cloud Computing
Cloud computing adalah sebuah model komputasi dimana aktivitas pemrosesan, penyimpanan, perangkat lunak, dan layanan lainnya disediakan layaknya sumber virtual terpadu pada suatu jaringan yang umumnya adalah internet. Sumberdaya komputasi tersebut dapat diakses dari perangkat apapun dan dimanapun yang terhubung. Cloud computing terdiri dari 3 layanan:
a.       Infrastruktur cloud computing sebagai layanan
b.      Platform cloud computing sebagai layanan
c.       Perangkat lunak cloud computing sebagai layanan

6.      Green Computing
Green computing mengacu pada praktik dan teknologi dalam merancang, memproduksi, menggunakan, dan menempatkan komputer, server, beserta perangkat bawaannya seperti monitor, printer, harddisk, serta perangkat jaringan dan telekomunikasi lainnya untuk meminimalisasi dampak bagi lingkungan. Mengurangi konsumsi listrik pada komputer adalah teknologi prioritas yang sangat membantu green computing.

7.      Prosesor Hemat Energi Dengan Kinerja Prima
Penggunaan prosesor yang hemat energy dan lebih efisien merupakan cara lain dalam mengurangi kebutuhan listrik dan kegagalan perangkat keras. Prosesor multicore adalah sirkuit terintegrasi dimana dua atau lebih inti prosesor dilekatkan untuk menunjang performa, menghemat listrik, serta memproses beberapa pekerjaan sekaligus dengan lebih efisien.
8.      
      Komputasi Otonom
Komputasi otonom adalah upaya kalangan industry untuk menciptakan sistem yang dapat mengonfigurasi, mengoptimalkan, dan menyesuaikan dirinya sendiri, memperbaiki dirinya sendiri ketika mengalami masalah, serta melindungi dirinya sendiri ketika ada penyusup yang ingin masuk dan menghancurkan dirinya sendiri.

5.4 Evolusi platform perangkat lunak kontemporer
  • Linux dan perangkat lunak open source
  • Perangkat Lunak untuk Web: Java, HTML, dan HTML5
  • Layanan web dan arsitektur berorientasi layanan
  • Layanan alih daya perangkat lunak dan cloud service
Software Open Source
Software open source adalah perangkat lunak yang dihasilkan oleh sekelompok pemrogram lepas di seluruh dunia. Software open source dapat digunakan secara gratis dan pengguna dapat memodifikasinya. SOftware open source terkenal diantaranya Linux,  server Web HTTP, Mozilla Firefox, serta Open Office.
Linux
Linux diciptakan oleh pemrogram asal Irlandia bernama Linus Torvalds, dan pertama kali diperkenalkan di Internet pada tahun 1991. Bamgkitnya software open source terutama linux dan aplikasi pendukung lainnya memberikan dampak mendalam bagi platform perangkat lunak banyak perusahaan. Penghematan biaya, keandalan, dan ketahanan, serta integrasi, karena linux mampu beroperasi pada berbagai platform perangkat keras dari mainframe, server bahkan klien.
Perangkat Lunak untuk Web: Java, HTML, dan HTML5
Java adalah sistem operasi dan prosesor yang berdiri sendiri, serta bahasa pemrograman berorientasi objek yang menjadi pemimpin dalam pengembangan Web yang interaktif. Java diciptakan oleh James Gosling dan Green Team di laboratorium Sun Microsystem pada tahun 1992. Perangkat Lunak Java dirancang untuk dapat beroperasi di seluruh jenis komputer dan perangkatnya, tanpa memandang jenis mikroprosesor maupun sistem operasi yang digunakan. Perangkat Lunak pengembang Java dapat menciptakan program kecil (Applet) yang dapat ditempelkan pada laman Wet, diunduh untuk dijalankan pada browser web. Pada level perusahaan Java digunakan untuk aplikasi e-business dan e-commerce yang lebih rumit yang memerlukan komunikasi dengan administrator sistem pemrosesan transaksi.
HTML dan HTML5
Hypertext Markup Language adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk mendefinisikan laman web guna menentukan bagaimana tulisan, gambar, video, dan suara ditempatkan pada laman web, serta untuk menciptakan link–link dinamis ke objek maupun web lainnya. Aplikasi plug in pihak ketiga diperlukan untuk mengintegrasikan media-media yang kaya ini dengan laman web yang tentu aja akan membebani pemrosesan komputer. HTML5 yang merupakan evolusi dari HTML memberikan solusi menempelkan gambar, audio, dan video tanpa perlu membebani prosesor.
Layanan web dan arsitektur berorientasi layanan
Layanan web mengacu pada rangkaian komponen perangkat lunak yang melakukan pertukaran informasi satu sama lain dengan menggunakan bahasa dan standar komunikasi web yang bersifat universal. Layanan web tidak bergantung pada suatu sistem operasi maupun bahasa pemrograman dan aplikasi yang berbeda-beda dapat saling berkomunikasi tanpa perlu membuang waktu untuk menyesuaikan kode pemrograman. Dasar teknologi dari layanan web adalah xml yang dikembangkan pada tahun 1996 oleh World Wide Web Consortium sebagai bahasa pemrograman yang tangguh dan fleksibel, melebihi HTML untuk laman web.
Layanan Alih daya perangkat lunak dan cloud service
Perangkat lunak terpadu yaitu rangkaian program perangkat lunak yang telah ditulis sebelumnya untuk tujuan komersial, untuk memudahkan perusahaan tanpa harus menulis ulang program dengan fungsi-fungsi tertentu, seperti proses penggajian dan penanganan pessanan.  Alih daya perangkat lunak memungkinkan perusahaan untuk mengontrak perangkat lunak yang telah dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaannya atau merawat sistem warisan yng telah ada melalui pihak luar, yang sering kali beroperasi di luar negeri di wilayah-wilayyah dengan tingkat gaji rendah di seluruh dunia.
Perangkat dan layanan perangkat lunak berbasis cloud computing
Perangkat lunak berbasis cloud computing dan data yang digunakannyya tersimpan pda server andal pda sebuah pusat pengolahan data berskala besar, serta dapat diakses melaaalui koneki internet dan browser web standar
Mashups dan apps
Pengguna pribadi maupun perusahaan menggabungkan dan menyesuaikan perangkat lunak tersebut untuk menciptakan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka, serta untuk mendistribusikan informasi kepada pihak-pihak lain. Aplikasi perangkat lunak yang dihasilkan dengan cara ini disebut mashups. Dasar pemikirannya adalah mengumpulkan sumber sumber yang berbeda dan menghasilkan karya yang lebih hebat daripada keseluruhan aplikasi yang berdiri sendiri. Sebagai conntoh , ZipRealty menggunakan Google Maps dan data yang disediakan oleh penyedia basis dat real estate Zillow.com untuk menampilkan layanan yang lengkap di bidang real estate untuk setiap kode pos yang dicari pelanggan. Apps adalah bagian kecil dari perangkat lunak yang dijalankan pada internet, komputer anda maupun tablet atau ponsel anda yang umumnya dikirimkan lewat internet.

5.5 Isu Manajemen
Menciptakan infrastruktur TI yang koheren memiliki tantangan. Diantaranya:
1.      Berhubungan dengan Perubahan Platform dan Infrastruktur
Perusahaan harus tetap fleksibel ketika berinvestasi dalam infrastuktur. Skalabilitas ( scalability) mengacu pada kemampuan sebuah computer, produk, ataupun system dalam memberikan jangkauan pelayanan kepada banyak pengguna tanpa mengalami hambatan. Perusahaan yang menggunakan platform komputasi memerlukan kebijakan dan prosedur baru untuk platform tersebut.
2.      Manajemen dan tata kelola (Governance)
       Setiap organisasi perlu untuk memeroleh jawaban sesuai kebutuhannya mengenai pembagian pertanggung jawaban setiap divisi dan departemen, kontrol dan kelola TI, hubungan pusat manajemen sistem informasi dengan manjemen sistem informasi unit bisnis, alokasi biaya infrastruktur.
3.      Melakukan Investasi Infrastruktur secara Bijak
Infrastruktur TI merupakan bidang penting dalam investasi syuatu perusahaan. Membeli dan mengeloala komponen infrastruktur atau menyewa, harus perlu di evaluasi secara hati-hati oleh setiap perusahaan.
4.      Biaya Total Kepemilikan Aset Teknologi
Biaya total kepemilkan (total cost of ownership-TCO) dapat digunakan untuk menganalisi biaya langsung dan tidak langsung yang perlu dikeluarkan perusahaan untuk mengimplementasikan teknologi tertentu. Biaya untuk memiliki sumber teknologi diantaranya: biaya perolehan dan instalasi perangkat keras dan perangkat lunak, pemeliharaan, dukungan teknis, pelatihan dsb.
5.      Model Daya Kompetitif Infrastruktur TI
·           Permintaan pasar tehadap layanan yang disediakan perusahaan
·           Strategi bisnis perusahaan
·           Strategi, infrastruktur, dan biaya teknologi (TI) perusahaan
·           Penilaian teknoligi informasi
·           Layanan dari perusahaan pesaing
·           Investasi Infrastruktur TI yang dilakukan perusahaan pesaing

References

Laudon, K. C. (2012). Management Information System (Vol. Twelfth Edition). New york: Managing The Digital Firm.