RESUME CHAPTER 5
: INFRASTRUKTUR TI DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajmenen
Dosen
: Dr. Yanuar Restianto, SE,
M.Acc, AK
Mahasiswa
: Tri Subagyo ( C1C017092 )
Topik
: Infrastruktur TI dan
Pengembangan Teknologi
5.1
Infrastruktur TI
Infrasturktur TI (Teknologi Informasi) suatu
perusahaan menyediakan fondasi untuk melayani pelanggan, bekerja dengan para
pemasok, dan mengelola proses bisnis internal perusahaan. Suatu infrasturktur
TI terdiri atas serangkaian perangkat fisik dan aplikasi perangkat lunak yang
diperlukan untuk mengoperasikan perusahaan. Namun, infrastuktur TI juga
merupakan rangkaian dari layanan keseluruhan perusahaan yang dianggarkan oleh
manajemen serta terdiri atas kapabilitas manusia dan teknis.
Evolusi infrastruktur TI
Ada lima tahap
dalam evolusi TI, masing-masing mewakili konfigurasi yang berbeda dari daya
komputasi dan elemen infrastruktur yaitu.
·
Era
Mainframe/komputer mini (1959 - hingga sekarang)
·
Era Personal
Computer (1981 - sekarang)
·
Era Klien/server
(1983 - sekarang)
·
Era server pusat
perusahaan (1992 - sekarang)
·
Era Cloud
Computing (2000 - sekarang)
Pendorong perubahan
infrastruktur TI yaitu.
· Hukum moore yang
mengubah ukuran transistor dan komponen lain menjadi ukuran yang berkali kali
lebih kecil karena biaya yang dikeluarkan perusahaan terus meningkat.
· Hukum media
penyimpanan digital berkapasitas besar
· Hukum metclife
dan ekonomi jaringan, Robert Metcalf-penemu tekonologi Ethernet local area
network mengklaim sejak tahun 1970 nilai dan kemampuan jaringan telah bertumbuh
dengan pesat seiring bertambahnya jumlah pengguna jaringan tersebut.
· Penurunan Biaya
Komunikasi dan Internet, Akibat semakin menurunnya biaya komunikasi yang hampir
mendekati nilai 0 (gratis), penggunaan fasilitas komunikasi dan komputasi ikut
membludak. Hal ini harus di iringi dengan perluasan dan peningkatan kemampuan
jaringan internet dan jaringan
klien/server, PC klien, serta perangkat ponsel.
· Pengaruh Standar
dan Jaringan, Standar teknologi merupakan pesifikasi yang digunakan untuk
membangun kompatibilitas sebuah produk dan kemampuan komunikasi suatu jaringan.
Infrastruktur dan jaringan intetnet untuk kegiatan komputasi tidak akan dapat
dioperasikan tanpa persetujuan antara pihak perusahaan dengan pelanggan yang
tersebar luas dalam hal standar tekonologi.
Beberapa Standar
Penting Dalam Komputasi
·
American
Standard Code for Information Interchange (ASCII) (1958)
·
Common Business
Oriented Language (COBOL) (1959)
·
Unix (1969 -
1975)
·
Transmission
Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) (1974)
·
Ethernet (1973)
·
PC buatan
IBM/Microsoft/Intel (1981)
·
World Wide Web
(1989 - 1993)
5.2 KOMPONEN INFRASTRUKTUR
Pada saat ini infrastruktur TI terdiri
atas 7 komponen utama. Komponen-komponen tersebut mewakili investasi yang
dilakukan perusahaan yang harus dikoordinasikan satu sama lain untuk
menciptakan infrastruktur yang saling menunjang bagi perusahaan tersebut.
1. Platform
Perangkat Keras Komputer
Pasar perangkat keras komputer menjadi semakin
terkonsentrasi pada perusahaan-perusahaan papan atas seperti IBM, HP, Dell, dan
Sun Microsystems, serta 3 produsen chip terkemuka Intel, AMD, dan IBM. Kalangan
industry secara bersama-sama menyepakati Intel sebagai prosesor standar untuk
kegiatan komputasi bisnis, dengan pengecualian utama di pasar server yang
dipegang oleh Unix dan Linux. Mainframe belum menghilang. Mainframe terus
digunakan untuk menangani dan mengamankan volume transaksi berskala besar,
untuk menganalisis data berkapasitas besar, serta menangani beban kerja yang
besar di perusahaan pusat cloud computing.
2. Platform
Sistem Operasi
Microsoft Windows server meliputi 35 persen pasar
sistem operasi pada server, 65 persen sisanya menggunakan sistem operasi Unix
ataupun Linux. Microsoft windows server mampu menyediakan sistem operasi dan
layanan jaringan bagi seluruh perusahaan serta mendukung perusahaan dalam
mencari infrasruktur TI berbasis windows. Unix dan Linux dapat diukur
sklalanya, andal dan jauh lebih murah ketimbang sistem operasi mainframe.
Ditingkat klien, 90 persen PC menggunakan sistem
opersi Microsoft Windows untuk mengelola berbagai sumberbdan aktivitas pada
komputer. Chrome OS menyediakan sistem operasi yang ringkas dengan penggunaan
program melalui internet dan diakses melalui browser Google Chrome tidak
disimpat dalam PC. Android adalah sistem yang dikembangkan oleh android dan
dibeli oleh Google yang merupakan platform perangkat seluler yang dapat diupgrade.
3. Aplikasi
Perangkat Lunak Perusahaan
Penyedia perangkat lunak aplikasi perusahaaan
terbesar adalah SAP dan Oracle, juga ada perangkat lunak middleware yang
dipasok oleh vendor BEA untuk mencapai integrasi perusahaan dengan
menghubungkan sistem aplikasi perusahaan yang ada. Microsoft berusaha bergerak
dalam pasar ini yang berfokus padausaha kecil dan menengah yang belum memiliki
aplikasi perusahaan.
4. Pengelolaan
dan Penyimpanan Data
Perangkat lunak manajemen basis data perusahaan
bertanggungjawab untuk mengatur dan mengelola data perusahaan sehongga dapat
diakses dan digunakan secara efisien. Penyedia perangkat lunak basis data
terkemuka adalah IBM DB2, Oracle, SQL Server, Sybase, MySQL, EMC, Apache, dan
Hadoop.
5.
Jaringan atau Telekomunikasi
Perusahaan menghabiskan $100 miliar setahun untuk
jaringan dan perangkat keras telekomunikasi dan $700 miliar untuk layanan
jaringan. penyedia perangkat keras jarinagan antara lain Windows Server, Linux,
Unix, Novell, Cisco, Alcatel-Lucent, Nortel, dan AT&T,Verizon.
6. Platform
Internet
Revolusi Internet menciptakan ledakan yang benar di
komputer server, dengan banyak perusahaan mengumpulkan ribuan server kecil
untuk menjalankan operasi internet mereka. Sejak itu ada dorongan kuat menuju
konsolidsi server, mengurangi jumlah komputer serverdengan meningkatkan ukuran
dan kekuatan masing-masing. Pasar server perangkat keras internet semakin
terkonsentrasi di tangan IBM, Dell, dan HP/Compaq, karena harga telah turun
secara dramatis.
7.
Layanan Integrasi Konsultasi dan Sistem
Menerapkan infrastruktur baru memerlukan perubahan
signifikan dalam proses dan prosedur bisnis, pelatihan dan pendidikan, dan
integrase perangkat lunak. Integrasi perangkat lunak berarti memastikan
infrastruktur baru bekerja dengan sistem lama perusahaan dan memastikan
elemen-elemen baru dari infrastruktur tersebut bekerja satu sama lain. Dalam
hal ini terkadang perusahaan tidak memilii staf yang diperlukan untuk
memelihara infrastruktur ini, maka diperlukan konsultan dalam pemeliharaan ini.
5.3 TREN PLATFORM PERANGKAT KERAS TERKINI
Melonjaknya kemampuan perangkat keras komputer
dan teknologi jaringan, telah mengubah secara dramatis bagaimana organisasi
bisnis mengatur kemampuan komputasi, serta pengalokasiannya pada jaringan dan
perangkat telepon genggam. Perhatikan 8 tren perngkat keras:
1. Platform
Digital Mobile
Platform komputasi digital mobile yang baru telah
berkembang menjadi alternative bagi penggunaan PC dan komputer lainnya yang
berukuran lebih besar. Sudah banyak smartphone seperti iphone dan android telah
mengadopsi banyak fungsi yang sebelumnya hanya terdapat pada PC. Smartphone dan
komputer tablet menjadi begitu penting dalam mengakses internet.
Perangkat-perangkat tersebut semakin banyak digunakan untuk tujuan komputasi
organisasi bisnis seperti aplikasi pelanggan
.
2. Konsumerisasi
dari IT dan Byod
Kemudahan dalam penggunaan serta rangkaian aplikasi
yang kaya manfaat yang dimiliki smartphone dan komputer tablet telah
menciptakan ketertarikan yang mendasar untuk mengizinkan karyawan menggunakan
perangkat ponsel mereka di tempat kerja, sebuah fenomena yang disebut “ bring your
own device” BYOD. BYOD adalah salah satu aspek dari konsumerisasi TI, dimana
teknologi informasi baru yang pertama kali berkembang di pasar konsumen mulai
menyebar memasuki organisasi bisnis. Konsumerisasi TI tidak hanya termasuk
perangkat mobile probadi, namun juga layanan perangkat lunakyang digunakan
organisasi bisnis seperti, mesin pencarian Google dan Yahoo, Gmail, Google
Apps, Dropbox.
3. Komputasi
Jaringan
Komputasi jaringan melibatkan pengkoneksian berbagai
komputer yang berada pada lokasi geografis yang berjauhan ke dalam jaringan
tunggaluntuk menciptakan superkomputer virtual dengan mengkombinasikan seluruh
daya komputasi komputer-komputer tersebut pada sebuah jaringan. komputasi
jaringan memerlukan program perangkat lunak dan koneksi internet berkecepatan
tinggi untuk mengatur dan mengalokasikan sumberdaya pada jaringan.
4. Virtualisasi
Virtualisasi adalah proses penyajian serangkaian
sumberdaya komputasi sehingga mereka dapat diakses tanpa terbatas oleh fisik
dan geografis. Virtualisasi memampukan sumber daya tunggal untuk ditampilkan
kepada pengguna seolah-olah menjadi berjumlah tertentu. Virtualisasi membantu
organisasi dalam memaksimalkan penggunaan peralatan, menghemat ruang
penyimpanan pada pusat data dan penggunaan energi.
5. Cloud
Computing
Cloud computing adalah sebuah model komputasi dimana
aktivitas pemrosesan, penyimpanan, perangkat lunak, dan layanan lainnya
disediakan layaknya sumber virtual terpadu pada suatu jaringan yang umumnya
adalah internet. Sumberdaya komputasi tersebut dapat diakses dari perangkat
apapun dan dimanapun yang terhubung. Cloud computing terdiri dari 3 layanan:
a. Infrastruktur
cloud computing sebagai layanan
b. Platform
cloud computing sebagai layanan
c. Perangkat
lunak cloud computing sebagai layanan
6. Green
Computing
Green computing mengacu pada praktik dan teknologi
dalam merancang, memproduksi, menggunakan, dan menempatkan komputer, server,
beserta perangkat bawaannya seperti monitor, printer, harddisk, serta perangkat
jaringan dan telekomunikasi lainnya untuk meminimalisasi dampak bagi
lingkungan. Mengurangi konsumsi listrik pada komputer adalah teknologi
prioritas yang sangat membantu green computing.
7. Prosesor
Hemat Energi Dengan Kinerja Prima
Penggunaan prosesor yang hemat energy dan lebih
efisien merupakan cara lain dalam mengurangi kebutuhan listrik dan kegagalan
perangkat keras. Prosesor multicore adalah sirkuit terintegrasi dimana dua atau
lebih inti prosesor dilekatkan untuk menunjang performa, menghemat listrik,
serta memproses beberapa pekerjaan sekaligus dengan lebih efisien.
8.
Komputasi
Otonom
Komputasi otonom adalah upaya kalangan industry
untuk menciptakan sistem yang dapat mengonfigurasi, mengoptimalkan, dan
menyesuaikan dirinya sendiri, memperbaiki dirinya sendiri ketika mengalami
masalah, serta melindungi dirinya sendiri ketika ada penyusup yang ingin masuk
dan menghancurkan dirinya sendiri.
5.4
Evolusi platform perangkat lunak
kontemporer
- Linux dan perangkat lunak open source
- Perangkat Lunak untuk Web: Java, HTML, dan HTML5
- Layanan web dan arsitektur berorientasi layanan
- Layanan alih daya perangkat lunak dan cloud service
Software Open Source
Software open source adalah perangkat lunak yang
dihasilkan oleh sekelompok pemrogram lepas di seluruh dunia. Software open
source dapat digunakan secara gratis dan pengguna dapat memodifikasinya.
SOftware open source terkenal diantaranya Linux, server Web HTTP, Mozilla Firefox, serta Open
Office.
Linux
Linux diciptakan oleh pemrogram asal Irlandia bernama
Linus Torvalds, dan pertama kali diperkenalkan di Internet pada tahun 1991.
Bamgkitnya software open source terutama linux dan aplikasi pendukung lainnya
memberikan dampak mendalam bagi platform perangkat lunak banyak perusahaan.
Penghematan biaya, keandalan, dan ketahanan, serta integrasi, karena linux
mampu beroperasi pada berbagai platform perangkat keras dari mainframe, server
bahkan klien.
Perangkat Lunak untuk Web: Java, HTML, dan HTML5
Java adalah sistem operasi dan prosesor yang berdiri
sendiri, serta bahasa pemrograman berorientasi objek yang menjadi pemimpin
dalam pengembangan Web yang interaktif. Java diciptakan oleh James Gosling dan
Green Team di laboratorium Sun Microsystem pada tahun 1992. Perangkat Lunak
Java dirancang untuk dapat beroperasi di seluruh jenis komputer dan
perangkatnya, tanpa memandang jenis mikroprosesor maupun sistem operasi yang
digunakan. Perangkat Lunak pengembang Java dapat menciptakan program kecil
(Applet) yang dapat ditempelkan pada laman Wet, diunduh untuk dijalankan pada
browser web. Pada level perusahaan Java digunakan untuk aplikasi e-business dan
e-commerce yang lebih rumit yang memerlukan komunikasi dengan administrator
sistem pemrosesan transaksi.
HTML dan HTML5
Hypertext Markup Language adalah bahasa pemrograman yang
digunakan untuk mendefinisikan laman web guna menentukan bagaimana tulisan,
gambar, video, dan suara ditempatkan pada laman web, serta untuk menciptakan
link–link dinamis ke objek maupun web lainnya. Aplikasi plug in pihak ketiga
diperlukan untuk mengintegrasikan media-media yang kaya ini dengan laman web
yang tentu aja akan membebani pemrosesan komputer. HTML5 yang merupakan evolusi
dari HTML memberikan solusi menempelkan gambar, audio, dan video tanpa perlu
membebani prosesor.
Layanan web dan arsitektur berorientasi layanan
Layanan web mengacu pada rangkaian komponen perangkat
lunak yang melakukan pertukaran informasi satu sama lain dengan menggunakan
bahasa dan standar komunikasi web yang bersifat universal. Layanan web tidak
bergantung pada suatu sistem operasi maupun bahasa pemrograman dan aplikasi
yang berbeda-beda dapat saling berkomunikasi tanpa perlu membuang waktu untuk
menyesuaikan kode pemrograman. Dasar teknologi dari layanan web adalah xml yang
dikembangkan pada tahun 1996 oleh World Wide Web Consortium sebagai bahasa
pemrograman yang tangguh dan fleksibel, melebihi HTML untuk laman web.
Layanan Alih daya perangkat lunak dan cloud service
Perangkat lunak terpadu yaitu rangkaian program perangkat
lunak yang telah ditulis sebelumnya untuk tujuan komersial, untuk memudahkan
perusahaan tanpa harus menulis ulang program dengan fungsi-fungsi tertentu,
seperti proses penggajian dan penanganan pessanan. Alih daya perangkat lunak memungkinkan
perusahaan untuk mengontrak perangkat lunak yang telah dikembangkan sesuai
dengan kebutuhan perusahaannya atau merawat sistem warisan yng telah ada
melalui pihak luar, yang sering kali beroperasi di luar negeri di
wilayah-wilayyah dengan tingkat gaji rendah di seluruh dunia.
Perangkat dan layanan perangkat lunak berbasis cloud computing
Perangkat lunak berbasis cloud computing dan data yang
digunakannyya tersimpan pda server andal pda sebuah pusat pengolahan data
berskala besar, serta dapat diakses melaaalui koneki internet dan browser web
standar
Mashups dan apps
Pengguna pribadi maupun perusahaan menggabungkan dan
menyesuaikan perangkat lunak tersebut untuk menciptakan aplikasi yang sesuai
dengan kebutuhan mereka, serta untuk mendistribusikan informasi kepada
pihak-pihak lain. Aplikasi perangkat lunak yang dihasilkan dengan cara ini
disebut mashups. Dasar pemikirannya adalah mengumpulkan sumber sumber yang
berbeda dan menghasilkan karya yang lebih hebat daripada keseluruhan aplikasi
yang berdiri sendiri. Sebagai conntoh , ZipRealty menggunakan Google Maps dan
data yang disediakan oleh penyedia basis dat real estate Zillow.com untuk
menampilkan layanan yang lengkap di bidang real estate untuk setiap kode pos
yang dicari pelanggan. Apps adalah bagian kecil dari perangkat lunak yang
dijalankan pada internet, komputer anda maupun tablet atau ponsel anda yang
umumnya dikirimkan lewat internet.
5.5
Isu Manajemen
Menciptakan infrastruktur TI
yang koheren memiliki tantangan. Diantaranya:
1.
Berhubungan
dengan Perubahan Platform dan Infrastruktur
Perusahaan harus tetap fleksibel ketika berinvestasi
dalam infrastuktur. Skalabilitas (
scalability) mengacu pada kemampuan sebuah computer, produk, ataupun system
dalam memberikan jangkauan pelayanan kepada banyak pengguna tanpa mengalami
hambatan. Perusahaan yang menggunakan platform komputasi memerlukan kebijakan
dan prosedur baru untuk platform tersebut.
2.
Manajemen
dan tata kelola (Governance)
Setiap
organisasi perlu untuk memeroleh jawaban sesuai kebutuhannya mengenai pembagian
pertanggung jawaban setiap divisi dan departemen, kontrol dan kelola TI,
hubungan pusat manajemen sistem informasi dengan manjemen sistem informasi unit
bisnis, alokasi biaya infrastruktur.
3.
Melakukan
Investasi Infrastruktur secara Bijak
Infrastruktur TI merupakan bidang penting dalam
investasi syuatu perusahaan. Membeli dan mengeloala komponen infrastruktur atau
menyewa, harus perlu di evaluasi secara hati-hati oleh setiap perusahaan.
4.
Biaya
Total Kepemilikan Aset Teknologi
Biaya total kepemilkan (total cost of ownership-TCO)
dapat digunakan untuk menganalisi biaya langsung dan tidak langsung yang perlu
dikeluarkan perusahaan untuk mengimplementasikan teknologi tertentu. Biaya
untuk memiliki sumber teknologi diantaranya: biaya perolehan dan instalasi
perangkat keras dan perangkat lunak, pemeliharaan, dukungan teknis, pelatihan
dsb.
5.
Model
Daya Kompetitif Infrastruktur TI
·
Permintaan
pasar tehadap layanan yang disediakan perusahaan
·
Strategi
bisnis perusahaan
·
Strategi,
infrastruktur, dan biaya teknologi (TI) perusahaan
·
Penilaian
teknoligi informasi
·
Layanan
dari perusahaan pesaing
·
Investasi
Infrastruktur TI yang dilakukan perusahaan pesaing
References
Laudon, K. C. (2012). Management Information
System (Vol. Twelfth Edition). New york: Managing The Digital Firm.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar